Showing posts with label Dunia Lain. Show all posts
Showing posts with label Dunia Lain. Show all posts

Hantu Menurut Syari'ah Islam

Pembahasan tentang hantu selalu unik dan menarik untuk diulas. Namun, sayangnya jarang sekali yang membahasnya melalui sudut pandang syari’at Islam. Oleh karenanya, kami merasa perlu untuk membahas tentang hantu ini sebab banyaknya kerancuan seputar masalah ini dan anggapan sebagian kalangan bahwa Islam tidak membahas tentangnya, bahkan ada yang melampaui batas sehingga menganggap bahwa hantu adalah salah satu Tuhan(!). Maha Suci Allah dari ucapan mereka.[1]
Nah, tulisan ini akan lebih difokuskan pada hadits-hadits Nabi yang membicarakan tentang “hantu” karena dalam sebagian hadits ada penjelasan tentang adanya hantu tetapi dalam hadits lain ada penjelasan bahwa hantu itu bukan hantu. Lantas, bagaimana cara mengkompromikannya?!!

Teks Hadits

عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  « لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا غُولَ ».
Dari Jabir berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Tidak ada penyakit menular, thiyarah (merasa sial), dan ghul (hantu).’ ”
SHAHIH. Diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahîh-nya no. 2222, Ibnu Jarir ath-Thabari dalam Tahdzîbul Âtsâr no. 25, Ali bin Ja’ad dalam Musnad-nya no. 2693, al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah no. 3251, Ahmad dalam Musnad-nya 3/293, Ibnu Abi Ashim dalam as-Sunnah no. 281, ath-Thahawi dalam Musykilul Âtsâr 1/340 seluruhnya dari jalur Abu Zubair dari Jabir.
Dan riwayat Abu Zubair dari Jabir adalah lemah, sebab Abu Zubair adalah seorang mudallis (menyembunyikan cacat) dan dia meriwayatkan dengan lafazh ’an (dari). Namun, hadits ini shahih karena dalam jalur lain telah ditegaskan bahwa Abu Zubair mendengar langsung dari Jabir, sebagaimana dalam jalur Ibnu Juraij dalam riwayat Ibnu Jarir dalam Tahdzîbul Âtsâr no. 26, ath-Thahawi dalam Musykilul Âtsâr 1/340, Ibnu Abi Ashim dalam as-Sunnah no. 268, Ibnu Hibban dalam Shahîh-nya no. 6095.
Hadits ini sangat jelas menunjukkan penafian (peniadaan) adanya ghul. Apa yang dimaksud dengan ghul? Berikut ini ungkapan beberapa ucapan ulama dan ahli bahasa tentangnya:
•   Ibnu Duraid berkata, “Ghul menurut orang Arab adalah tukang sihir dari kalangan setan dan jin. Inilah pendapat al-Ashma’i.” [2]
•   Ibnul Manzhur berkata, “Ghul adalah penyihir dari jin.” [3]
•   Ibnu Katsir berkata, “Ghul dalam bahasa Arab artinya jin yang tampak di malam hari.” [4]
•   Al-Jahidz berkata, “Ghul adalah ungkapan untuk jin yang mengganggu orang yang bepergian dan menjelma dalam beberapa bentuk, baik berjenis pria atau wanita.” [5]
Dari sini dapat kita ketahui bahwa hantu (ghul) bukanlah arwah gentayangan atau orang mati yang bisa hidup kembali arwahnya untuk balas dendam, karena semua itu adalah khurafat yang batil, sejenis dengan reinkarnasi yang merupakan aqidah orang-orang kafir yang dibatalkan oleh Islam.

Sekilas Bertentangan

Hadits di atas menunjukkan bahwa hantu itu tidak ada, namun dalam hadits lainnya Nabi menetapkan adanya hantu, diantaranya adalah hadits Abu Ayyub sebagai berikut:
Dari Abu Ayyub bercerita bahwa dirinya memiliki sebuah rak/lemari kecil, lalu hantu datang seraya mengambil (baca: mencuri) isinya. Akhirnya beliau mengeluhkan hal itu kepada Nabi, maka Nabi berkata kepadanya, “Apabila kamu melihatnya maka katakanlah: ‘Dengan nama Allah, penuhilah Rasulullah.’” Ketika hantu itu datang lagi, maka Abu Ayyub mengatakan seperti yang dipesankan Nabi seraya menangkapnya, tetapi hantu itu mengatakan, “Saya berjanji tidak akan datang lagi kemari.” Mendengarnya, Abu Ayyub melepaskannya. Ketika dia bertemu dengan Nabi, maka Nabi bertanya kepadanya, “Apa yang diperbuat oleh tawananmu?” Abu Ayyub menjawab, “Saya menangkapnya tetapi dia berjanji padaku untuk tidak kembali lagi sehingga saya lepaskan lagi.” Nabi bersabda, “Dia akan kembali lagi.” (Kata Abu Ayyub:) Saya telah menangkapnya dua atau tiga kali tetapi dia selalu berjanji padaku untuk tidak kembali lagi. Suatu saat ketika saya menangkapnya, dia mengatakan padaku, “Lepaskanlah aku dan saya akan mengajarkan kepadamu sebuah ucapan yang jika engkau membacanya niscaya engkau tidak diganggu oleh setan yaitu bacaan Ayat Kursi.” Abu Ayyub lalu datang kepada Nabi seraya mengabarkan omongan hantu tersebut, lalu Nabi bersabda, “Dia benar dalam hal ini, padahal dia adalah pembohong.”
SHAHIH. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi no. 2880, Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf 10/397–398, ath-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabîr no. 4011, Abu Nu’aim dalam Dalâil Nubuwwah hlm. 526, al-Hakim dalam al-Mustadrak 3/459, ath-Thahawi dalam Musykilul Âtsâr 5/423.
Hadits ini memiliki banyak jalur dan penguat dari hadits Ka’ab bin Malik, Abu Hurairah, Muadz bin Jabal, Buraidah, Abu Usaid as-Sa’idi, dan sebagainya. Oleh karenanya, Imam Hakim berkata, “Hadits-hadits ini apabila dikumpulkan maka menjadi hadits yang masyhur.” Dan Imam Dzahabi berkata mengomentari hadits di atas, “Ini adalah jalur hadits ini yang paling bagus.” Dan dishahihkan Syaikh Albani dalam Shahîh Sunan at-Tirmidzî no. 2880.
Hadits ini dan hadits-hadits lainnya menunjukkan tentang adanya hantu.[6] Hal ini diperkuat oleh ucapan sebagian ulama bahwa banyak para sahabat yang melihat hantu, di antaranya adalah Umar bin Khaththab a\.[7] Imam Qurthubi juga berkata, “Mayoritas orang Arab banyak bercerita dan mengaku bahwa mereka pernah melihat hantu.” [8]
Dan dalam hadits ini terdapat faedah lainnya yaitu mungkinnya seorang untuk melihat jin dan hantu tetapi bukan dengan bentuk asli mereka dan bahwasanya hantu bisa berubah-rubah wujudnya[9] karena mereka adalah tukang sihir dari kalangan jin sebagaimana kata Umar bin Khaththab, “Tidak ada seorang pun yang bisa berubah dari wujud asli ciptaan Allah, tetapi pada mereka (jin) terdapat tukang sihir seperti pada kalian (manusia). Karena itu, jika kalian melihat hantu maka kumandangkan adzan.” [10]
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Banyak sekali hadits yang menunjukkan bahwa mereka bisa berubah wujud. Ahli kalam berselisih tentang hal itu. Ada yang berpendapat bahwa itu hanya fiktif/khayalan belaka dan tidak ada yang bisa berubah wujud. Dan ada yang berpendapat bahwa mereka bisa berubah wujud tetapi bukan dengan kemampuan mereka namun dengan melakukan ritual-ritual seperti sihir.” [11]

Mengurai Benang Kusut

Bila kita cermati dua hadits di atas, sekilas nampak ada kontradiksi, sebab di satu sisi Nabi meniadakan adanya ghul (hantu), tetapi di sisi lain beliau juga menetapkan wujudnya. Oleh karena itu, para ulama berusaha untuk menjelaskan duduk permasalahan tersebut dan pendapat mereka terpolar menjadi tiga pendapat:

Pendapat pertama: Hantu itu tidak ada wujudnya

Mereka mengatakan: Hantu hanyalah untuk menakuti-nakuti saja tetapi sebenarnya wujud mereka tidak pernah ada. Di antara yang berpendapat demikian adalah al-Mabrid, Abdurrahman al-Maidani, dan Syaikh Muhammad Rasyid Ridha beliau mengatakan, “Pendapat yang kuat dan masuk akal bahwa hantu itu hanyalah fiktif dan khayalan belaka yang tidak ada faktanya. Bisa jadi orang yang melihatnya karena melihat hewan yang aneh seperti kera.” [12]
Namun, pendapat ini lemah sebab bertentangan dengan hadits Abu Ayyub dan atsar Umar bin Khaththab di atas.

Pendapat kedua: Hantu pernah ada kemudian sudah tidak ada lagi

Pendapat ini dikuatkan oleh Imam Thahawi, beliau mengatakan setelah membawakan hadits Abu Ayyub, “Dalam hadits ini Nabi menetapkan adanya hantu, namun dalam hadits-hadits sebelumnya Nabi meniadakannya. Mungkin seorang akan mengatakan bahwa ini adalah kontradiksi antara hadits Nabi. Kita jawab: Tidak ada kontradiksi antara keduanya karena bisa jadi hantu memang ditetapkan dalam hadits Abu Ayyub, namun setelah itu diangkat oleh Allah sebagaimana dalam hadits Jabir. Inilah metode yang paling baik untuk mengkompromikan antara hadits-hadits ini.” [13] Pendapat ini juga dikuatkan oleh Ibnu Malik.[14]
Namun, pendapat ini juga lemah karena tidak ada dalil yang jelas akan adanya nasikh mansukh (ada yang menghapus dan dihapus).

Pendapat ketiga: Pendapat yang kuat

Mayoritas ulama mengatakan bahwa maksud Nabi “Tidak ada ghul” bukan berarti tidak ada wujud hantu, tetapi maksud Nabi adalah meniadakan kepercayaan dan khurafat yang beredar di masa jahiliah (hingga sekarang) bahwa hantu makan manusia, menyesatkan manusia di jalan, bebas menjelma seenaknya, dan sebagainya.
Pendapat ini adalah pendapat yang lebih kuat ditinjau dari beberapa alasan sebagai berikut:
1. Tidak terbukti secara syar’i, akal, dan fakta bahwa hantu memakan manusia, penampakan di lembah-lembah seperti khurafat-khurafat yang beredar.
2. Nabi mengiringkan peniadaan hantu dengan peniadaan penyakit menular, bulan Shafar, dan thiyarah (merasa sial) padahal Nabi juga menetapkan adanya penyakit menular, sehingga para ulama menjelaskan bahwa maksud ucapan Nabi bahwa tidak ada penyakit menular yakni keyakinan jahiliah bahwa penyakit itu menular dengan sendirinya, bukan berarti tidak ada penyakit menular sama sekali.[15]
Ibnu Jarir ath-Thabari mengatakan, “Dalam sabda Nabi ‘Tidak ada ghul/hantu’ terdapat penjelasan bahwa Nabi membatalkan kepercayaan jahiliah tentang hantu bahwa mereka bisa menolak bahaya dan memberikan manfaat tanpa campur tangan Allah. Oleh karena itu, Nabi mengiringkannya dengan kepercayaan bangsa Arab lainnya bahwa hal-hal tersebut bisa membahayakan dan bermanfaat dengan sendirinya seperti penyakit menular, bulan Shafar, dan thiyarah.” [16]
3. Imam Nawawi berkata, “Mayoritas ulama mengatakan, ‘Bangsa Arab berkeyakinan bahwa hantu dari jenis setan di lembah-lembah bisa menjelma dengan berbagai bentuk lalu menyesatkan jalan mereka lalu membinasakan mereka.’ Oleh karenanya, Nabi membatalkan hal itu. Ulama lainnya mengatakan, ‘Maksud hadits ini bukanlah peniadaan wujudnya hantu, melainkan maksudnya adalah membatalkan keyakinan orang Arab bahwa hantu bisa menjelma dalam berbagai bentuk lalu menyesatkan manusia.’ ” [17]
4. Dalam beberapa hadits dari Abu Ayyub, Ubai bin Ka’ab, dan sebagainya ditunjukkan bahwa maksud peniadaan dari hantu adalah bukan peniadaan wujud mereka, melainkan keyakinan orang Arab tentang hantu. As-Suhaili berkata, “Makna ‘Tidak ada ghul/hantu’ adalah Nabi membatalkan keyakinan jahiliah seputar dongeng-dongeng dan khurafat tentang hantu.” [18] Al-Baghawi juga berkata, “Sabda Nabi ‘Tidak ada ghul/hantu’ bukanlah berarti tidak ada wujud hantu, melainkan maksudnya adalah tidak ada kepercayaan Arab yang mengatakan bahwa hantu bisa menjelma kepada manusia dengan berbagai bentuk lalu menyesatkan mereka dan membinasakan mereka. Syari’at mengabarkan bahwa hantu tidak mungkin bisa melakukan semua itu berupa penyesatan dan kebinasaan kecuali dengan izin Allah.” [19]

Benteng Diri dari Gangguan Hantu

Syari’at Islam telah sempurna, tidak ada suatu kebajikan apa pun kecuali telah dijelaskan dan tidak ada suatu keburukan pun kecuali telah diperingatkan. Di antara hal yang dijelaskan oleh Islam adalah kiat-kiat agar terhindar dari gangguan hantu. Bagaimana caranya? Ikutilah petunjuk berikut:

1. Membaca nama Allah

Dalam hadits Abu Ayyub di atas dikisahkan bahwa ketika beliau mengeluhkan kepada Nabi n\ dari gangguan hantu maka beliau bersabda:
فَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَجِيبِى رَسُولَ اللَّهِ
“Katakanlah bismillah (dengan nama Allah), penuhilah Rasulullah.”

2.   Membaca Ayat Kursi

Dalam hadits Abu Ayyub di atas juga disebutkan bahwa hantu yang ditangkapnya mengatakan pada Abu Ayyub, “Lepaskanlah aku dan saya akan mengajarkan kepadamu sebuah ucapan yang jika engkau membacanya niscaya engkau tidak diganggu oleh setan yaitu bacaan Ayat Kursi.” Abu Ayyub lalu datang kepada Nabi seraya mengabarkan omongan hantu tersebut, lalu Nabi bersabda, “Dia benar dalam hal ini, padahal dia adalah pembohong.”

3. Memakmurkan rumah dengan dzikir dan ketaatan

Hal ini berdasarkan sabda Nabi:
لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِى تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ
“Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya Surat al-Baqarah.” (HR. Muslim: 1860)
At-Turkumani pernah bercerita bahwa salah seorang gurunya sering diganggu oleh hantu ketika malam hari sehingga melempari batu dan membuat penghuni rumah takut, lalu beliau dan rekannya pergi ke rumah sang guru dan membaca Surat al-Baqarah secara sempurna kemudian berdoa. Setelah itu, rumah tersebut tidak lagi diganggu oleh hantu. Semua itu adalah karena keberkahan al-Qur’an.[20]

4. Menghilangkan rasa takut terhadap hantu

Inilah wasiat Umar bin Khaththab tatkala mengatakan, “Buatlah hantu takut kepada kalian sebelum mereka membuat kalian takut.”. [21]

5. Tidak bergadang ketika sudah larut malam

Hal ini berdasarkan hadits:
إِيَّاكَ وَالسَّمَرَ بَعْدَ هَدْأَةِ اللَّيْلِ، فَإِنَّكُمْ لَا تَدْرُوْنَ مَا يَأْتِي اللَّهُ مِنْ خَلْقِهِ
“Janganlah kalian bergadang ketika malam sudah sunyi/hening, karena kalian tidak tahu apa yang Allah datangkan dari makhluk-Nya.” [22]

6. Mengumandangkan adzan

Ada beberapa hadits yang lemah tentang masalah ini, tetapi ada hadits shahih yang dijadikan dasar oleh ulama dalam masalah ini yaitu:

إِذَا أَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ حُصَاصٌ
“Sesungguhnya apabila muadzin mengumandangkan adzan maka setan akan lari dengan terkentut-kentut.” [23]
Abu Awanah mengatakan setelah meriwayatkan hadits ini, “Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa seorang apabila merasa ada hantu atau mendapati orang yang kesurupan lalu dia adzan maka setan akan lari darinya.” Dan ini juga didukung oleh atsar Umar bin Khaththab yang lalu, karena atsar tersebut adalah shahih, dan sekalipun hanya sampai kepada Umar (mauquf) namun hukumnya marfu’ (sampai kepada Nabi).
Demikianlah pembahasan singkat tentang hantu. Kita berdo’a kepada Allah agar menjaga kita semua dari godaan setan yang terkutuk dan memberikan kepada kita semua kebahagiaan dan ketenteraman di dunia dan akhirat. Âmîn yâ Rabbal ’âlamîn.
 

Penulis: Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi
[1]   Para ulama telah menulis secara khusus tentang masalah “hantu” seperti Muhammad bin Ahmad bin Thulun ash-Shalihi (wafat 953 H) dalam bukunya Bughyatus Sûl fî Mâ Warada fil Ghûl sebagaimana dalam al-Fuluk al-Maskhun fî Ahwali Muhammad bin Thulun hlm. 30 dan at-Tadzkirah at-Taimuriyyah hlm. 292. Dan pada zaman sekarang, Syaikhuna Masyhur bin Hasan alu Salman telah menulis buku berjudul al-Ghûl Bainal Hadîts Nabawi wal Mauruts Sya’bi cet. Dar Ibnul Qayyim, KSA, cet. pertama, 1409 H. Dan dalam pembahasan ini, kami banyak mengambil manfaat dari buku beliau tersebut beserta nukilan-nukilannya. Perhatikanlah!!
[2]
     Jamharatul Lughah 3/150

[3]
     Lisânul ’Arab 11/510

[4]
     Tafsîr al-Qur’ânil ’Azhîm 1/313

[5]
     Al-Hayawan 6/442

[6]
     Sebagaimana dikatakan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 4/489, al-Baihaqi dalam Dalail Nubuwwah 7/121, Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya 1/314 dan al-Mubarokfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi 8/185.

[7]
     Seperti diceritakan oleh al-Qazwini dalam ’Ajâibul Makhluqât 2/176–177, ad-Damiri dalam Hayâtul Hayawan al-Kubrâ 2/196, al-Mas’udi dalam Muruj Dzahab 2/169.

[8]
     Lihat juga Tafsîr al-Qurthûbî 15/87.

[9]
     Oleh karena itu, dari berbagai riwayat hadits Abu Ayyub bahwa hantu itu berwujud seekor kucing lalu berubah menjadi nenek tua. Dalam hadits Ubai bin Ka’ab hantu itu berwujud bocah kecil bertangan dan berambut anjing. Dalam hadits Mu’adz hantu itu berwujud gajah.

[10]
     Shahih. Dikeluarkan oleh Abdurrazzaq dalam al-Mushannaf 5/162, Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf 10/397, Ibnu Hazm dalam al-Fishâl 5/5. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam Fat-hul Bârî (6/344), “Sanadnya shahih.”

[11]
     Fat-hul Bârî 6/344

[12]
     Tafsîr al-Manâr 7/526. Lihat pula al-Hayawan 6/472 oleh ad-Damiri, Dhawâbith al-Ma’rifah wa Ushûl Istidlâl wal Munâzharah hlm. 31 oleh Abdurrahman al-Maidani, dan Bulûghul ’Arab 2/348 oleh al-Alusi.

[13]
     Musykilul Âtsâr 1/342 dan dinukil oleh al-Ubai dalam Ikmalu Ikmalil Mu’lim Syarh Shahih Muslim 6/40.

[14]
     Mabariqul Azhar 1/238

[15]
     Lihat secara luas tentang masalah penyakit menular dalam tulisan kami “Penyakit menular antara ilmu hadits dan ilmu medis” dalam Majalah Al Furqon edisi…

[16]
     Tahdzîbul Âtsâr 1/36–37. Lihat pula Ikmalu Ikmalil Mu’lim 6/40–41 oleh al-Ubai, Faidhul Qadîr 6/434 oleh al-Munawi.

[17]
     Syarh Shahih Muslim 14/216

[18]
     Ar-Raudh al-Anif 7/295, 296. Lihat pula Khizânatul Adab 11/314 oleh al-Baghdadi, al-Fathur Rabbani 17/194 oleh as-Sa’ati.

[19]
     Syarhus Sunnah 12/173

[20]
     Lihat al-Luma’ fil Hawâdits wal Bidâ’ hlm. 436–437.

[21]
     Hasan. Dikeluarkan oleh Abdurrazzaq dalam al-Mushannaf: 9250, Abu Ubaid dalam Gharîbul Hadîts 3/325 dan dihasankan oleh Syaikhuna Masyhur bin Hasan Salman dalam kitabnya al-Ghûl hlm. 116. Dan lihat makna atsar ini dalam an-Nihâyah fî Gharîbil Hadîts 2/6 oleh Ibnul Atsir, Gharîbul Hadîts 1/210–211 oleh al-Khaththabi, al-Fâ’iq 4/103 oleh az-Zamakhsyari.

[22]
     Hasan. Diriwayatkan oleh al-Hakim dalam al-Mustadrak 4/284 seraya mengatakan, “Hadits ini shahih sesuai dengan syarat Muslim, tetapi keduanya tidak meriwayatkannya.” Dan disetujui oleh adz-Dzahabi, tetapi Syaikh al-Albani hanya menyatakan hasan dalam Silsilah al-Ahâdits ash-Shahîhah 4/346.

[23]
     HR. Muslim: 883, Ad-Daraquthni dalam al-Mu’talif wal Mukhtalif 2/962 dan Abu Awanah dalam Musnad-nya 1/334–335.

Kekuatan Jin dan Golongan nya


RAHASIA Kekuatan Jin dan Dewa
Oleh : Perdana Akhmad,S.Psi
(Praktisi Ruqyah Syar’iyyah)






Al-Ghailan’ atau ‘Al-Ghul (Ghul adalah bentuk tunggal dari ghailan ) adalah sebutan untuk golongan jin yang berilmu sihir tinggi, mereka punya kemampuan untuk merekayasa energi alam ( gelombang elektromagnetik, gelombang listrik dll) yang dipergunakan untuk kesaktian diri mereka. Dengan kelebihan yang mereka miliki mereka bisa merubah diri mereka sesuai dengan kehendak mereka, mereka bisa merubah diri menjadi hewan, manusia, Dewa Dewi (dewa shiwa, Dewi Kwan Im, dll), malaikat yang bersayap atau makhluk yang mengerikan dialam manusia yang biasa disebut sebagai hantu (genderuo, kuntilanak , wewe gombel dll).


Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan bahwa ada sekelompok orang yang bercerita kepada Umar bin Khatthab tentang hantu/ ghul. Saat itu Umar bin Khatthab berkata, “Sesungguhnya jin-jin itu tidak bisa berubah bentuk dari wujud aslinya seperti saat diciptakan Allah. tapi mereka mempunyai tukang sihir seperti halnya tukang sihir manusia. Apabila kalian melihat penampakan jin (hantu), maka lantunkanlah adzan.” Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menyatakan bahwa sanad riwayat tersebut shahih. Dan Syekh Wahid Abdus Salam Bali (ulama salafy) menambahkan bahwa ada riwayat serupa dari Ibnu Abid Dunya dan sanad haditsnya hasan (baik). (Kitab al-Wiqayah: 28).
Dalam hadits Rasulullah, Apabila Rasulullah ditanya mengenai Al-Ghailan, sabda Baginda “mereka itu adalah tukang sihir golongan jin.”
Dan perkuatkan dari riwayat Para Sahabat: Saad bin abi Waqqas r.a. mengatakan, Kami diperintahkan untuk segera bersholat (memohon perlindungan Allah) apabila terlihat al-Ghailan, yaitu golongan ahli sihir bangsa jin.
Kelompok Ghailan memiliki tingkat strata yang tinggi dialamnya (namun kemampuan ilmu sihirnya masih dibawah azazil/iblis). Kemampuan tukang sihir kalangan jin ini ( Ghailan) dalam ilmu kesaktian, ilmu untuk membunuh dan menyakiti lawannya banyak digunakan dikalangan jin sendiri maupun membantu para dukun/paranormal bahkan para praktisi ilmu metafisika dikalangan manusia baik mereka sadari ataupun tidak mereka sadari.
Dikalangan sebangsa mereka ada golongan jin yang jika ingin masuk kealam manusia dan mengambil wujud tertentu mengadakan kerjasama dengan ghailan, maka ghailan dengan ilmu sihir yang dimiliknya memberikan kekuatan pada bangsa jin hingga bangsa jin (tingkat rendah) ini bisa masuk kealam manusia dan bisa mengambil wujud tertentu (raksasa, peri, genderuwo dll) yang diinginkannya setelah ditransfer “kekuatan” oleh Ghailan ini.
Ghailan ini juga memiliki tingkatan, tingkatan tertinggi dari ghailan disebut dengan al-hin. Dimensi alam al-hin lebih tinggi dari dimensi alam jin kebanyakan. Perlu dipahami para pembaca, alam ghoib banyak memiliki tingkatan dimensi ( jika Allah Ta’ala Rabku meridhoi akan saya bahas pembagian dimensi alam jin dengan rahasia didalamnya bersumberkan dari Al-Qur’an dan sunnah).
Ada beberapa peruqyah (dari beberapa rujukan yang saya baca) meyakini bahwa Al-Hin ini adalah golongan makhluk halus yang memiliki alur genetika yang hampir sama dengan Azazil (Iblis), Azazil sendiri walaupun dia sebangsa jin namun bukan moyangnya jin yang mendiami bumi sekarang ini. Ada yang mengatakan al-hin unsur penyusun tubuhnya memiliki kelebihan dibandingkan golongan jin kebanyakan. Jika golongan jin hanya memiliki unsur api, maka Al-Hin ini selain ada unsur api (unsur awal yang telah diberikan Allah Ta’ala) juga memiliki unsur angin dan air ( 3 unsur) namun tidak memiliki unsur tanah sebagai mana manusia yang sempurna memiliki 4 unsur dalam tubuhnya ( tanah, air, api, udara). Al-Hin hakikatnya adalah jin mutankarena dengan kecanggihan rekayasa ilmiah mereka dalam batasan tertentu mampu memasukkan unsur angin dan air ke dalam unsur utama penyusun tubuh yang bercampur dengan unsur api (Istilah kerennya rekayasa genetika).
Namun tidak unsur tanah! Mereka sampai kiamat tidak akan bisa memasukkan unsur tersebut dalam tubuhnya karena unsur tanah hanya milik khalifah anak-anak Adam di dunia ini dan mereka (Ghailan) terlalu sombong dan congkak (sebagaimana Iblis ) merasa lebih baik unsurnya dari api dibanding tanah hingga mengharamkan adanya unsur tanah ditubuh mereka.
Al-Hin ini banyak dipuja dan disembah oleh Umat Hindu, Kong Hu chu, Tao, Budha sebagai Dewa Dewi dan kelompok jin ini memang menyebarkan agama pagan/berhala dengan mereka sendiri sebagai tuhan yang disembah. Al-Hin (dewa dan dewi) banyak menurunkan dan menginisiasi (memberikan attunement/penyelarasan) energi para para praktisi Tenaga Dalam, Prana, Chi, KI, Reiki. Memberikan kekuatan sihir pada ahli yoga maupun para biksu hingga memiliki kekuatan mistik tertentu.
Lihat link di http://reikinaqs.wordpress.com/2010/11/20/colours-of-angels-reiki/ dan bagaimana para malaikat (yang pada hakikatnya jin Al-Hin) memberikan attunement/penyelarasan energi pada praktisi energi esoteris).
Lihat juga di http://reikinaqs.wordpress.com/2010/11/20/sacred-flames-reiki/ bagaimana Ghailan ini menyaru membohongi praktisi metafisika dengan merubah bentuk tubuh mereka menjadi tokok-tokoh ahli sihir manusia yang sudah meninggal seperti Ascended Masters El Morya, Lanto, Serapis Bey, Paul the Venetian, Hilarion, Lady Nada, dan St. Germain yang diyakini sudah mencapai tahap kesempurnaan menjadi tubuh cahaya hingga bisa memberikan ilmu metafisika para praktisinya.
Ghailan ini juga sangat suka menyaru menjadi Dewa dan Dewi lalu membantu manusia untuk mendapatkan ilmu metafisika, seperti Dewa Shiwa yang memberikan Kekuatan Gtummo, Atau Dewi Kwan Im yang memberikan Energi Violet Flame.
Dewa dan Dewi yang disembah umat Hindu seperti Dewa Shiwa, Brahma, Whishnu, Hanoman, Dewi Sri dll adalah Pentolaan /Raja dikalangan Ghailan begitu juga dengan Dewi Kwan Im dll. Kadang dikalangan Dewa-Dewi Ghailan sendiri dapat terjadi percekcokan dan perkelahian dan perebutan kekuasaan persis seperti di alam manusia.
Dikalangan umat Islam Al-Hin ini banyak memberikan bantuan pada para praktisi ilmu hikmah dan berbagai Perguruan Olah Nafas Tenaga Dalam yang kebanyakan tidak praktisinya sadari bahwa mereka mendapatkan kekuatan tenaga dalamnya dari Ghailan (yang memang ditugasi khusus oleh Iblis Azazil untuk memberikan kekuatan metafisika/Tenaga dalam pada umat manusia yang akan disesatkannya) . Al-Hin juga banyak memiliki anak buah dikalangan jin yang menjadi pesuruh mereka dalam mengerjakan sihir.


latihan tenaga Dalam dan Tenaga Metafisika Perguruan Hikmatul Iman
Saya pernah bertemu dengan Al-Hin ini ketika beberapa tahun yang lalu masih mendalami kekuatan energi esoteris, ketika bermeditasi Ghailan jenis Al-Hin menyaru sebagai Dewa Shiwa menemui saya secara khusus (lihat kisah lengkapnya di sini).
Ghailan jenis Al-hin ini makhluknya cukup banyak mendiami bumi yang hanya Allah Ta’ala yang tahu jumlahnya, Umat Hindu meyakini Dewa Dewi (yang hakikatnya jin jenis al-hin) yang mereka yakini hanya berjumlah ratusan ribu dan hanya beberapa dewa dewi saja yang mereka sembah. Namun Dewa-Dewi (al-hin) kehidupan mereka masih dibawah kekuasaan dan pengaruh Azazil.


Pertemuan kedua saya dengan Al-hin ini secara tidak sengaja pernah terjadi. Kisahnya bermula ketika saya meruqyah pasien yang terkena sihir, pasien itu dapat melihat alam ghoib akibat dari sihir yang dideritanya. Saya memintanya untuk menelusuri sumber sihir yang menimpa dirinya, tak dinyana dalam pandangannya dia melihat ada sosok jin bertangan 4 didalam lokasi sebuah candi yang megah persis seperti wujud Dewa Shiwa didalam agama Hindu. Beruntung saya sudah membentengi diri pasien ( dengan ruqyah pembentengan) hingga scaning yang dilakukan tidak terdeteksi oleh oleh Jin bertangan 4 itu.
Menghadapi Ghailan jenis Al-hin ini gampang-gampang susah, Sebab mereka memiliki ilmu sihir pendinding, jika jenis jin biasa kadang memiliki perisai (armor) bersifat fisik ( baju besi/ perisai kulit ) di alamnya akan mudah dipecahkan dengan bacaan ayat tertentu ( seperti bacaan lau anzalna….) berbeda dengan Ghailan (tukang sihir dikalangan jin) jenis Al- Hin, mereka punya tekhnologi sihir pendinding yang cukup hebat yang bersumberkan dari kekuatan alam yang berbentuk hijab cahaya yang melapisi dan melindungi tubuh mereka dari berbagai macam serangan bahkan menjadi benteng pertahanan (sampai batasan tertentu) dari “tembakan” energi ruqyah yang terpancar ketika dibaca peruqyah.
Kemampuan ilmu sihir dengan menggunakan kekuatan alam memang banyak dimiliki oleh Jin Ghailan ini. Sebagaimana Ibn Qayyim menjelaskan hakikat sihir, beliau berkata, ”Sihir adalah kumpulan pengaruh roh-roh jahat (setan dikalangan jin dan manusia) dengan kekuatan alam darinya.” (Ibn Qayyim al-Jauziah,Zad al-Ma’ad,jilid IV,h.126). Kemampuan Ghailan menggunakan unsur kekuatan alam luar biasa, dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya, selain hijab pendinding mereka bahkan juga mampu memiliki beraneka senjata ghoib yang bisa membunuh jin bahkan manusia (berbentuk chakra, panah api, kilatan listrik/petir dll). Jika tidak karena Pertolongan Allah dengan membaca Dzikir/doa perlindungan niscaya akan banyak peruqyah yang akan mati karena senjata tersebut.


Sudah banyak korban nyawa manusia yang mati akibat kekuatan sihir Al-Hin ini, ada banyak cerita penghusada (penyembuh) yang menggunakan energi esoteris mati karena mencoba mengobati pasien yang terkena sihir Al-Hin ini dengan kematiaan yang tiba-tiba. Para penghusada yang menggunakan tenaga dalam, prana, chi, ki, reiki tentu bukan tandingan Al-Hin yang memang pakarnya dalam ilmu sihir. tenaga dalam, prana, chi, ki, reiki kebanyakan dari hasil inisiasi A-hin sendiri, maka mudah saja bagi mereka mengalahkan praktisinya.
Yang dapat mengalahkan ghailan hanyalah Pertolongan Allah Ta’ala dengan “ENERGI LANGIT” yang bersumber dari Langit ke tujuh dimensi tertinggi di alam malakut (yang bukan tandingan dimensi kekuatan alam jin) yang mengalahkan mereka ketika praktisi ruqyah membaca ayat-ayat ruqyah dengan niat menghancurkan jin jenis Ghailan ini.
Jin Ghailan ini jika mereka menghendaki kadang masuk kedalam tubuh manusia secara langsung (walau mereka sendiri memiliki banyak anak buah), mereka masuk dengan missi membantu manusia untuk memiliki ilmu sihir tingkat tinggi, Biasanya mereka membantu para praktisi metafisika, ahli yoga ataupun para pertapa hingga mereka memiliki kesaktian luar biasa ( bisa terbang, berjalan diatas air, melihat tembus pandang, melihat alam ghoib, merubah tubuh menjadi raksasa, praktisinya bisa berubah menjadi hewan atau makhluk tertentu, bahkan membuat manusia mempunyai daya tahan tubuh luar biasa hingga tidak memerlukan makan dan minum selama puluhan tahun dll) baik mereka sadari dengan meminta bantuan secara langsung maupun tidak mereka sadari bahwa kemampuan ajaib mereka atas bantuan Jin Ghailan.
Waspadalah bagi peruqyah yang berhadapan dengan jin “master sihir” jenis ghailan ini! Mereka sangat sulit dikalahkan jika tidak tahu tekhniknya. Jika sedang merasuki tubuh manusia ciri mereka adalah :
Berbau harum.yang dapat dicium baunya oleh peruqyah dan pasien.
Pasien dipastikan dapat melihat alam ghoib.
Terkesan tidak mempan diruqyah walau sudah dibacakan sampai berpuluh-puluh ayat tetap saja santai dan malah menkotbahi peruqyah.
Bulu kuduk peruqyah selalu meremang dan rambut dikepala terasa terangkat.
Perpuluh-puluh kali pasien diruqyah tetap jinnya tidak bisa dikeluarkan.
Peruqyah mendapatkan lebam-lebam ditubuh mereka setelah meruqyah pasien.
Sangat senang disembah dan dipuja manusia dan mempunyai kesombongan yang sangat tinggi ketika berhadapan dengan peruqyah.
Menghadapi Tukang sihir dikalangan jin (Al-Ghailan) sangat merepotkan dan membahayakan peruqyah dan pasien, hal terpenting untuk mengalahkannya adalah dengan menghancurkan terlebih dahulu ilmu sihir pendinding yang mereka miliki dan ini butuh waktu tergantung dengan tingkat kekuatan energi pendinding yang mereka miliki dan tingkat ketakwaan dan kekuatan jiwa peruqyah dan pasien.
Jangan harap peruqyah akan langsung membakar jasad jin ghailan ini, sebab sebelum energi ruqyah mengenai/membakar tubuh mereka, terlebih dahulu energi ruqyah harus berhadapan dengan cahaya hijab pendinding dari unsur energi alam yang mereka miliki. Belum lagi jika timbul rasa takut dan ragu dihati peruqyah ketika menghadapi kenyataan jin tersebut seolah tidak mempan dengan bacaan ruqyah maka jin ghailan ini langsung akan melakukan serangan balik dengan berbagai persenjataan ghoib yang mereka miliki sebab benteng peruqyah dalam keadaan lemah karena ketidak yakinannya dan ini bisa dilihat oleh jin ghailan.
Menghancurkan sihir pendinding yang mereka miliki adalah awal dari upaya kita untuk mengalahkan jin ghailan ini, Maka tekhniknya adalah mengarahkan NIAT kita ketika membaca ayat-ayat ruqyah untuk MENGHANCURKAN/MELENYAPKAN sihir pendinding yang mereka miliki terlebih dahulu ketika kita melihat kenyataan bacaan ruqyah kita sama sekali terlihat secara dzahir tidak menyakiti jin tersebut.
Tekhniknya adalah :
Azamkan niat untuk menghilangkan ilmu pendinding jin ghailan dengan berdoa pada Allah Ta’ala :” Ya Allah, hambamu memohon agar diberi kekuatan melalui Ayat-ayat-Mu ya Allah untuk menghancurkan dan menghilangkan secara sempurna sihir pendinding jin tersebut agar hambamu ini bisa membakar tubuh jin yang mengganggu fulan/fulanah” ( bisa dengan kata-kata lainnya)
Bacalah fatehah 1x,al baqarah 285-286 3x,al a’raf 117-122 3x,yunus 81-82 3x,thaha 69 3x,al isra 81 7x dan al mukiminun 115-118 7x sembari tangan memegang ubun-ubun atau dada pasien tiap selesai satu surat hembuskan ke ubun-ubun dan dada pasien (sembari menepuk-nepuk ubun-ubun dan dada) dengan meniatkan untuk menghilangkan sihir pendinding yang melindungi jin tersebut.
Bacakan juga di air yang berisi es batu dan perasan jeruk nipis 9 buah lalu kita mandikan pasien dengan air dingin jeruk nipis yang sudah diruqyah dengan juga berniat untuk menghilangkan secara sempurna hijab pendinding jin ghailan tersebut.
Ulangi terus-menerus sampai kita melihat reaksi kesakitan jin ghailan tersebut ( waktu sangat tergantung, bisa cepat dan bisa lambat sampai-berhari-hari bahkan berminggu-minggu) jika sudah melihat reaksi kesakitan atau jin tersebut berteriak kepanasan maka sudah saatnya kita langsung mengubah niat untuk membakar atau menghancurkan jin tersebut. Sampai dia hancur atau mengaku kalah dan menyerah.
Adapun jika ghailan langsung muncul dialam manusia (dengan bentuk/wujud tertentu seperti seberkas cahaya, dewa dan dewi, raksasa, hantu dll) maka sesuai anjuran Rasulullah kita harus mengumandangkan adzan dan berdzikir untuk mengusirnya. Rasulullah pernah bersabda, “Jika ghailan (tukang sihir dikalangan jin) muncul, segeralah beradzan dan berdzikir untuk mendapatkan perlindungan Allah dan menjadikan mereka lari terpontang-panting.” Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Al-Musnad,13759.
Ya…………. Dengan adzan juga dzikir dan bukan dengan berbagai talbis tenaga dalam/ tenaga metafisika untuk mengusir jin ghailan tersebut. Celakalah jika kita tidak mengikuti petunjuk Rasulullah malah menggunakan TD/TM sebab selain kita telah berbuat syirik kita malah dapat saja celaka karena dibinasakan jin ghailan atau malah menjadikan kita temannya tanpa kita sadari………………

seputar Pemahaman Santet





Santet dan Penangkalnya




Santet memang masih kontroversial. Banyak masyarakat yang mempercayainya, tapi tidak sedikit pula yang menganggapnya hal klenik yang tak masuk akal. Kita sampai pada pertanyaan menarik : apakah santet masuk akal?

Bagi Penulis, santet masuk akal (rasional). Menurut hipotetis Penulis, mekanisme santet memenuhi teori dualisme cahaya/gelombang elektromagnetik. Cahaya atau gelombang elektromagnetik memiliki sifat dualisme, sifat ganda, yakni sebagai partikel dan gelombang. Cahaya misalnya diemisikan dan diabsoprsi dalam bentuk kuanta atau foton. Foton adalah partikel jenis khusus yang tak bermassa dan selalu bergerak dengan kecepatan cahaya. Namun ketika partikel cahaya ini berpindah dan melalui ruang, cahaya tampak sebagai medan listrik dan medan magnetik bergetar yang menunjukkan perilaku gelombang. Sedangkan mekanisme transmisi santet bisa dianalogikan dengan mekanisme transmisi pada telekomunikasi: ada pengirim, pesan yang dikirim, media pengiriman dan penerima pesan. Pesan dari gelombang santet adalah destruktif.







Tapi untuk memahami mekanisme santet, kita masih membutuhkan satu teori lagi, yaitu teori tentang ruh (jiwa). Sayangnya teori tentang ruh yang dipahami oleh manusia masih sangat terbatas dan akan tetap menjadi suatu hal yang misterius sampai hari kiamat**. Tapi setidaknya kita akan mengambil teori dasar ruh yang dipahami umum oleh manusia, bahwa manusia itu terdiri dari jasad (badan) dan ruh, sebagai satu kesatuan yang saling mempengaruhi. Nah, santet itu pada hakikatnya adalah menyerang ruang antara jasad dan ruh melalui suatu gelombang energi. Ruang antara jasad dan ruh yang terserang kiriman energi ini akan memberi efek pada jasad manusia. Sayangnya ilmu kedokteran konvensional kesulitan membuktikan adanya serangan santet, karena sudah berada di luar ranahnya.




Bagaimana menangkal atau mengobati santet?




Dengan memahami bahwa santet menyerang ranah antara jasad dan ruh, maka kita akan sangat mudah untuk memahami bagaimana cara penangkalan dan penyembuhannya. Ada dua macam cara penangkalan santet :

(1) cara Mekanika Gelombang dan

(2) cara Spiritual. Sedangkan cara spiritual itu sendiri masih bisa dibagi menjadi 2 macam lagi, yaitu Spiritual Humanis dan Spiritual Religius. Apa bedanya?




(1) Cara Mekanika Gelombang

Cara ini menangkal santet dengan menggunakan teori mekanika gelombang. Bahwa gelombang energi santet harus ditangkal dengan membuat gelombang energi yang bersifat destruktif atau menahan gelombang santet yang datang tersebut. Penulis pernah mendengar sudah ada insinyur yang membuat alat penangkal santet. Penulis menduga bahwa penemu itu menggunakan teori mekanika gelombang ini. Yang menjadi layak untuk diacungi jempol adalah bagaimana insinyur tersebut meneliti karakteristik gelombang energi santet! Sebab di situlah terletak kunci untuk memahami penangkalannya.




(2) Cara Spiritual Humanis

Menangkal santet dengan cara ini menggunakan teori kejiwaan. Bahwa jiwa yang kuat mampu menahan gangguan eksternal. Meski kekuatan jiwa tidak bisa diukur namun ia mampu dilihat dari ketenangan jiwa, semakin tenang kejiwaan seseorang, semakin kuat kejiwaannya. Orang yang jiwanya kuat tidak bisa dipengaruhi oleh gangguan eksternal. Lantas bagaimana menguatkan kejiwaan seseorang? Kekuatan jiwa seseorang tidak bisa diperoleh begitu saja, ia diperoleh melalui proses yang panjang, yang dilatih dari sikap penghargaan terhadap hidup serta terhadap kehidupan sekelilingnya. Kekuatan spiritual ini relatif dekat bahkan sangat dekat dengan kekuatan spiritual religius. Semakin kuat religiusitas seseorang maka semakin kuat kejiwaannya.




(3) Cara Spiritual Religius

Cara ini sesuai dengan namanya memang bersadarkan prinsip religius. Bahwa jiwa/ruh itu dikuasai oleh Tuhan. Bahwa Tuhan maha mengetahui dan menguasai segala apa yang ada di semesta. Analogi sederhananya seperti ini. Jika Anda sedang berjalan dan diganggu oleh seekor anjing, apa yang akan Anda lakukan? Jika anda melawan anjing dengan mengambil batu atau pemukul, berarti anda memakai cara mekanika gelombang. Jika Anda malah berjongkok dihadapan anjing tersebut dan bersikap seolah-olah menggonggong anjing untuk menakut-nakutinya, berarti Anda memilih cara Spiritual Humanis. Tapi jika Anda memanggil pemilik anjing tersebut, agar ia menjinakan anjingnya, berarti Anda memilih cara spiritual religius. Dan memang cara ketiga inilah cara yang paling mudah dan sederhana, tapi yang paling ampuh!


*) Memang seharusnya disebut hukum konservasi energi, bukan kekekalan energi, sebab yang kekal hanyalah Sang Pencipta.

**) Dalam Kitab Suci umat Islam, disebutkan bahwa Allah berfirman : Tidaklah manusia diberi ilmu tentang ruh, kecuali sangat sedikit.

by. indonesiasejahtera.wordpress.com 


SANTET DAN ILMU GUNA-GUNA
by.Gede Mahendra

Penyakit tidak saja disebabkan oleh virus, tempratur atau makanan namun penyakit bisa saja bikinan manusia. Santet sebuah kata yang sangat ngeri atau identik dengan dunia hitam, benarkah demikian? Atau hanya sekedar ungkapan untuk menakut nakuti seseorang.

Percaya atau tidak ilmu santet sebenarnya ada, dan memang bisa dipelajari oleh manusia asalkan dengan tekun dan dibimbing oleh guru yang mahir. Mempelajari ilmu santet sebenarnya sulit tidak seperti kata orang sebab ilmu ini sangat rahasia dan sangat hebat, apabila disalahgunakan bisa meyebabkan bahaya bagi si pelaku atau korban.

Sebelum mempelajari ilmu santet ini terlebih dahulu seorang murid akan disumpah oleh gurunya agar mempergunakan ilmunya dengan baik, dengan mengikuti prosesi. Menurut pengalaman penulis, sewaktu belajar ilmu ini di daerah SULAWESI, sebelumnya harus mengikuti prosesi dari guru penulis. Dalam prosesi itu penulis diajak ke tengah hutan yang lebat, tepat di tengah hutan ada sebuah kolam kuno yang tidak terpakai, di tengah malam yang gelap gulita guru penulis komat-kamit baca mantra dan.........maaf penulis tidak sebutkan prosesinya. Penulis memang mempelajari ilmu santet dan guna-guna, maklum masih berambisi pengen sakti....he he he.

Setelah penulis merampungkan prosesi tersebut barulah diberikan pelajaran tentang ilmu santet, pada dasarnya ilmu santet bukanlah ilmu yang bersifat destruktif, namun protektif bagi pemilik ilmu tersebut. Dalam ilmu santet yang penulis pelajari tidak ada diajarkan bagaimana untuk membunuh atau menyakiti lawan, tetapi bagaimana menggunakan emosi lawan sebagai senjata yang menikam dirinya sendiri.

Ilmu santet berasaskan DEMATRIALISASI mengubah energi menjadi benda serta benda menjadi energi, energi inilah yang dipakai untuk melukai lawan dengan emosi dari sang lawan. Contoh sederhana, apabila seseorang sering marah-marah tentu gejolak jantung dan tekanan darahnya tidak seimbang, bagi tukang santet bayaran menghadapi lawan seperti ini sangat mudah, merubah energi jantung menjadi panas, sehingga lawan akan merasakan tubuhnya terbakar dan panas, lama-lama tidak tahan atau kalau dibawa kedokter dikasi obat penurun panas sepanjang obatnya masih bisa turun begitu obat habis kambuh dan lebih hebat lagi....panasnya,,,, ( uyang paling ). Begitulah bentuk-bentuk dari ilmu Dematrialisasi apapun bentuknya sama saja sifat serta karakternya ada juga perut seseorang kembung, dicek sama dokter lever, tahu-tahu dari pusar keluar rambut yang bergulung dan sangat panjang.


Yang sangat mengerikan lagi adalah ilmu santet yang sengaja dilancarkan memakai kekuatan mahkluk mahkluk gaib, seperti danyang, setan, serta iblis, ilmu santet jenis ini sangat ganas, lebih ganas dari tumor. Jenis santet seperti ini adalah jenis yang umum sekali di miliki oleh dukun-dukun hitam, alasanya mempelajari ilmu santet jenis ini sangat gampang, tinggal kerjasama dengan dunia roh hitam dan memberi imbalan maka santetpun berjalan mulus ( take and give).




PROSES NYANTET DAN GUNA-GUNA.





Ada berbagai macam proses atau teknik untuk melancarkan ilmu santet atau guna-guna namun semuanya memilki tujuan yang sama yaitu membuat lawan takluk atau sakit. Penulis akan berikan satu teori dalam ilmu santet dan guna-guna, apabila anda ingin menyakiti seseorang apapun alasanya, ilmu santet tidak perlu alasan benar atau tidak bukan urusan yang penting emosi tersalurkan, masalah dosa nomber 16.


Carilah photo, atau pakaian bekas korban, dengan satu catatan pernah dipakai, minimal kenal dengan korban, lalu photo ini dibikinkan upacara sesuai dengan weton orang yang mau disantet, setelah itu barulah acara dimulai, pada malam KAMIS WAGE berdirilah sambil menyiapkan upacara di tengah pekarangan, bakarlah kemenyan agar para mahluk jahat datang membantu, setelah itu bacalah mantra santet..........setelah selesai tulisilah ( rajah gaib ) photo atau pakain korban dengan darah ayam dan bakarlah ke api. Sambil membakar sampaikan keinginan anda kepada mahluk gaib. Apabila tepat dan benar maka dalam tujuh hari akan kelihatan hasilnya, apabila guna-guna agar di cintai maka dalam tujuh hari cewek tersebut akan takluk dan datang, begitu juga dengan penyakit dalam tujuh hari korban akan punya penyakit baru.


APAKAH SETIAP ORANG BISA KENA SANTET







Pada dasarnya asalkan manusia masih memilki emosi berpeluang kena ilmu santet, namun kendati demikian Setan ciptaan Tuhan, malaikatpun ciptaan Tuhan, di sinilah Tuhan membuktikan dengan hukum kebenaran. Artinya tidaklah gampang menyantet orang yang mempunyai iman, kesadaran, serta kasih, setinggi apapun ilmu santet yang dimiliki, jangan pernah coba-coba untuk menyantet orang seperti itu, sebab energi akan terbalik, energi negatif diubah menjadi positif ( bumerang). Begitu juga tidak gampang untuk bisa menyantet, sebab ilmu ini sangat berbahaya serta menjerumuskan kita ke lembah hitam yang dalam.

Penulis pernah mempunyai ilmu seperti itu, akibat ilmu itu juga penulis hampir mati, untunglah Tuhan masih memberikan kesempatan pada akhirnya penulis dipertemukan dengan seorang yang mempunyai kesadaran Tuhan yang tinggi, hanya dengan SEGELAS AIR akhirnya semua ilmu penulis luntur tanpa bekas dan tak berdaya.

Ilmu santet memang ada, dan tidak gampang menyantet manusia atau guna-gunai seseorang, dan ingat semua ada balasanya, bermain-main dengan energi hitam maka energi hitam itu akan memakan kita. Hukum dalam alam semesta ini adalah kamu berbuat maka kamu akan menuai apapun bentukanya, pikiran perbuatan, kata-kata, energi, dll semuanya sama.

Motto " orang sakti belum tentu suci, tapi orang suci sudah pasti sakti "

Mahendra

(iloveblue.com/bali_gaul_funky/artikel_bali/detail/1838.htm)


Jenis Santet
by. Tegal Forum



Dari berbagai literatur buku-buku dan naskah kuno, santet yang berlaku di Jawa (Indonesia) dibagi menjadi tiga jenis. Pembagian ini bedasarkan sumber energi yang digunakan.


Santet Dematrealisasi. 

Dematrealisasi adalah proses merubah materi menjadi energi. Proses perubahan tersebut tidak seperti proses pencernaan makanan, dimana karbohidrat diolah dalam perut secara mekanik dan kimiawi melalui berbagai tahap, hingga akhirnya menjadi senyawa gula yang siap dibakar menjadi energi. Dematrealisasi terjadi secara tiba-tiba, menyalahi hukum fisika dan kimia. Orang yang memiliki kemampuan seperti ini, sebetulnya juga tidak berdiri sendiri. Ada jin yang membantu. Jin pembantu tersebut bisa didapat dari keturunan atau dari pemujaan.


Proses pengiriman santet jenis ini adalah: Benda yang sudah dirubah menjadi energi, dikirim melalui gelombang energi hingga sampai kepada sasaran. Orang yang menerima energi akan merasa tersentak kaget secara tiba-tiba. Kemudian, energi yang sudah masuk dalam tubuh sasaran diubah menjadi benda seperti semula (matrealisasi).


Orang yang terkena santet jenis ini, di dalam tubuhnya ada benda asing yang menjadi sarana santet. Rasa sakitnya pun tergantung benda apa yang masuk dalam tubuh. Misalnya seorang dimasuki paku/jarum di kepala, maka rasa sakitnya berupa nyeri karena tusukan. Bila yang dimasukan adalah silet, maka akan penderita akan merasa disayat-sayat.


Kemampuan merubah materi atau benda menjadi energi termasuk kemampuan yang sangat langka. Dari 100 lebih paranormal yang saya kenal, hanya seorang yang mampu melakukannya. Dalam penelitian yang saya lakukan, kebanyakan kemampuan “menghilangkan” benda yang dipraktekan paranormal hanyalah tipuan mata. Misalnya, ketika paku atau jarum yang haya ditiup kemudian hilang dari pandangan. Sebetulnya itu hanya trik sulap yang mengandalkan kecapatan tangan. Memang di Indonesia sulit memebedakan mana pesulap dan mana orang sakti.


Santet Energi Pribadi. 


Santet Energi Pribadi adalah kemampuan visualisasi dengan konsentrasi penuh, hingga “hayalan” dalam visualisasi tersebut seolah-olah nyata terjadi. Visualisasi biasanya berupa bayangan bahwa orang yang dituju sedang merasakan sakit sesuai yang diharapkan. Jenis santet ini menggunakan alat bantu visualisasi berupa boneka yang diibaratkan sebagai orang yang akan disakiti. Boneka tersebut ditusuk atau disayat dengan niat menusuk/menyayat tubuh orang yang dituju.

Kekuatan jiwa seseorang, jika disalahgunakan, dapat berubah menjadi kekuatan santet. Misalnya, dengan kekuatan kehendak (konsentrasi) yang maksimal, seseorang dapat mempengaruhi jiwa orang lain. Dalam buku kuno saya temukan kisah unik tentang seorang pandai besi dan petani yang bertengkar. Malam hari, si pandai besi itu masuk kamar, memusatkan konsentrasi sambil memukul-mukul besi.

Ketika besi dipukul, ia berniat mengirim “gelombang” suara itu agar mengganggu tidur sang petani. Terbukti, dalam beberapa malam, petani itu tidak dapat tidur karena mendengar suara aneh bergemuruh dalam kamarnya.

Di Madura ada kisah santet tidak sengaja (ngawur) yang unik. Setelah siang harinya bertengkar dengan tetangga, seseorang masuk kamar dan membaca kalimat ciptaan sendiri, yang diulang-ulang, berbunyi : Alif lam mim, dzalikal kek tabuk. Dalam bahasa Madura, kek tabuk berarti sakit perut. Setelah mantra yang sekilas mirip firman Allah itu dibaca disertai kehendak batin yang kuat agar perut tetangganya sakit, maka sakit itu pun terjadi.

Santet Energi Non Pribadi. 

Energi khodam atau energi yang bukan dari diri.adalah kemampuan memanfaatkan makhluk halus dari jenis jin untuk didayagunakan sebagai alat menyampaikan kehendak. Misalnya, dengan memuja tempat keramat yang dihuni makhluk-makhluk halus.


Kalau boleh berkata jujur, sebenarnya ilmu santet yang populer pada tahun 70–an ini, sudah hampir punah. Bahkan pada tahun 80–an boleh dikata benar-benar punah. Santet menjadi marak karena banyak dibahas (dibesar-besarkan) oleh mas media saja. Paranormal yang banyak berbicara tentang santet, tujuannya hanya untuk gagah-gagahan, biar dianggap hebat, sakti, sekaligus melancarkan bisnis jimat anti santetnya, padahal, mereka itu mengetahui santet hanya dari membaca buku atau mendengar kata orang.


Menurut pengamatan saya, santet yang (mungkin) masih digunakan orang-orang pada zaman sekarang ini adalah santet yang bersumber dari “energi negatif” yang terdapat pada tempat-tempat angker. Misalnya, kuburan tokoh sakti berilmu hitam, atau tempat yang disitu dikultuskan orang-orang yang senang berbuat musyrik.

Tempat-tempat yang mengandung energi negatif itu dapat dimanfaatkan, semisal, mengambil bagian dari tanah yang ada disitu lalu ditebarkan di tanah/rumah orang yang hendak disakiti, atau melakukan transaksi (ikrar musyrik) dengan makhluk halus, dengan maksud minta bantuan mereka. 

(tegal.forumotion.com/t13-jenis-santet)



JIMAT
by. konsultasiruqyah.wordpress.com


Benda gaib mungkin bisa dimaksudkan pada 2 arti :



1. Benda yang dipercaya memiliki kekuatan gaib, seperti pusaka, benda keramat,jimat atau sejenisnya. Intinya, benda tersebut benar-benar ada secara fisik namun dipercaya memiliki manfaat, kekuatan gaib, atau mengandung makhluk gaib. Mengenai hal ini, saya sebutkan beberapa hadist Nabi : 
Barang siapa menggantungkan tamimah (jimat) maka sungguh ia telah menyekutukan Alloh. (HR. Ahmad) 
Dari Imam bin Hushain bahwa Nabi melihat suatu ikatan yang ada pada tangan seseorang, lalu beliau bersabda : “apakah ini ? ia menjawab: Aku menggunakannya untuk menjaga dari wahinah (penyakit yang mengenai lengan=sejenis encok). Nabi bersabda : hal itu tidak menambahmu selain kelemahan, lemparkan ia darimu, karena jika engkau mati dan ia ada padamu, maka engkau diserahkan padanya (tidak ditolong). Dalam riwayat lain : karena sesungguhnya jika engkau meninggal dan sesuatu itu ada padamu maka engkau tidak akan beruntung selamanya. 

Dengan memahami 2 hadist tersebut dapat kita simpulkan bahwa benda-benda tersebut dapat merusak iman kita dan tergolong pada kesyirikan. Yang memiliki makna sejenis dengan jimat adalah segala hal yang kita anggap memiliki manfaat, kelebihan, dan tidak dapat dijelaskan dengan akal dan syariat. Maka pusaka dan benda benda keramat juga dapat disifati seperti tamimah pula.

Selain itu terlarang secara syar’I, keberadaan benda-benda tersebut sangat merugikan bagi pembawa dan keluarganya. Kami di klinik sangat sering menemui kasus seperti ini. Betapa banyak gangguan jin yang bersumber dari pusaka dan benda-benda keramat. Bagi para penyimpan benda-benda tsb sering kali mengalami hal-hal berikut : 
sakit-sakitan 
rumah terasa panas 
sering terjadi slah paham dan pertengkaran dirumah 
anak, istri atau suami menjadi susah diatur. 

2. Benda-benda gaib yang tidak terlihat alias kasat mata, menganai hal ini sikap kita adalah

i. Ttg keberadaannya, sangat mungkin.

Al Qur’an dan hadist Nabi mensifati bangsa jin sama dengan manusia, ada yang baik dan buruk, mereka beraktivitas, menghadiri majelis ilmu, makan dan juga minum. Tentunya mereka juga akan menggunakan alat dan sarana untuk beraktivitas. Namun, mengenai detail wujud bendanya seperti apa, kita sama-sama tidak tahu dan harus kita kembalikan pada penjelasan Nabi ttg hal ini. Nabi pernah menyebutkan ttg makanan bangsa jin, tempat tinggalnya, kendaraannya dan bebarapa hal lain, namun tidak ada penjelasan selebihnya.

ii. jika kita mendapati informasi ttg benda-benda kasat mata maka sikap kita adalah kembali pada penjelasan Nabi. Ada atau tidak penjelasan dari beliau. kita hanya perlu bersikap netral, artinya semua info tersebut hanya kita pakai sebagai informasi. Kita tidak perlu menolak atau membenarkannya.


Cara Menghilangkan santet.

Temukan benda sihirnya lalu hancurkan dengan dibakar. Ini tidak mutlak tapi sangat efektif untuk menghilangkan sihir / santet. Perlu kita pahami bahwa buhul/ikatan benda santet bisa berwujud fisik atau kasat mata.

Cara dukun meletakan benda sihir : 
Menyuruh seseorang untuk bertamu dan tanpa sepengetahuan kita dia meletakan sihir dirumah kita 
Mengirim makanan, pakaian atau benda sihir lain 
Mengoleskan (jika berwujud minyak) didinding rumah, pintu masuk, tempat tidur target 
Melemparkan benda ke arah rumah 
Mengambil / mencuri benda bekas pakai si target sihir 
Menggunakan no hp target (modus baru). Selama dukun tahu no hp target maka sihir dapat dikirim dengan mudah. Sihir mulai bekerja saat target menerima telp, jadi waktu menerima telp lebih baik kita baca Basmalah. Inilah hikmah bahwa nabi menyuruh kita mengawali segala hal dengan menyebut asma Alloh. 


Cara mengetahui letak benda sihir


Lakukan ruqyah, jika bereaksi keras maka jin dapat di Tanya lokasi benda sihirnya. Namun hati-hati, jin sangat lihai dan mereka pembohong. Cara ini hanya mungkin dilakukan oleh yang sudah berpengalaman. 
Lakukan sholat istkhoroh dan tahajjud lalu berdoalah agar diberi petunjuk lokasi benda sihir berada. Mudah-mudahan kita mendapat ilham. Hati-hati dengan ilham atau mimpi yang muncul karena sangat mungkin ilham dan mimpi itu adalah ulah jin. Oleh karena itu, konsultasikan ilham tersebut pada yang sudah pengalaman meruqyah. 
Pasien kadang bisa merasakan letak benda sihir itu. tandanya : tempat yang terasa paling tidak nyaman, menakutkan atau dimana rasa sakit muncul. 


Cara menghancurkan benda sihir

1. Jika sudah ketemu 

Bacakan Ayat qursy Al Baqoroh 163, Al Falaq Annas, Surat Al Zalzalah dan Al Furqon : 23. bacalah berulang-ualgn pada benda tersebut. lalu bakar.

2. Jika tidak ketemu atau benda sihir kasat mata maka lakukan : 
Bacalah pada air Ayat qursy Al Baqoroh 163, Al Falaq Annas, Surat Al Zalzalah dan Al Furqon : 23. 
Tuangkan air tersebut diseluruh penjuru ruang rumah tertutama di tempat-tempat yang dicurigai kecuali kamar mandi dan WC. 
Lakukan tiap hari sampai ada perubahan yng dirasakan pasien. Ada beberapa kasus, benda sihir dapat muncul setelah diruqyah. 


METODE ALAMI PENANGKAL SANTET

Tidurlah dilantai yang langsung menyentuh bumi. Boleh gunakan alas tidur asal tidak lebih dari 15 cm. Dengan tidur dilantai maka santet kesulitan masuk karena terhalang muatan (-) dari bumi.


Membuat alat elektronik yang mampu memancarkan gelombang bermuatan (-). Mahluk halus, jin, santet dll akan menjauh jika terkena getaran alat ini. Tapi Kelemahan alat ini tidak mampu mendeteksi mahluk baik dan jahat. Jadi, alat ini akan “menghajar” mahluk apa saja. Jika ada jin baik dan jin jahat maka keduanya akan “diusir” juga.

Melakukan gerakan Senam Bioenergi NAQS ALAM dimana tapak kaki harus menyentuh bumi. Gerakan senam ini hanya punya EMPAT gerakan inti saja jadi mudah sekali dilakukan oleh anak-anak hingga orang tua. Selain utk penyembuhan berbagai penyakit medis yang sulit sembuh, senam ini cukup banyak menyelesaikan kasus santet juga.

Menanam pohon atau tanaman yang memiliki muatan (-). Bagi yang peka spiritual, aura tanaman ini adalah terasa “dingin”. Pohon yang memiliki muatan (-) diantaranya : dadap, pacar air, kelor, bambu kuning dll.Tanaman sejenis ini paling tidak disukai mahluk halus. Biasanya tanaman bermuatan (-) ini tidaklah mencengkram terlalu kuat di tanah (bumi)dibandingkan dengan tanaman bermuatan (+). Lain halnya dengan pohon yang memiliki muatan (+) seperti pohon asem,beringin, belimbing, kemuning, alas randu dll maka pohon sejenis ini tentu akan menarik mahluk halus dan seringkali dijadikan tempat tinggal. Hal ini dikarenakan ada gaya tarik menarik antara pohon (+)dan mahluk halus (-) sesuai hukum C Coulomb.

Ada kiat lain untuk menangkal santet, yaitu bawa jerami/merang ketan hitam kemanapun pergi. Karena ketan hitam hitam punya daya positif untuk menetralisir santet & Pelet. Suasanan hati yang tenang, positif, ceria, suka humor, dan tanpa prasangka atau selalu berprasangka baik juga merupakan cara ampuh untuk menetralisir santet.

Tips Peluntur Santet & Pelet : 
Rendam 3 helai janur lalu bacakan Surat Al-Fiil dan ayat Kursy 41 kali. Lalu gunakan untuk mandi. 
Rebus air kelapa muda sampai mendidih, beri 3 kuntum bunga melati yang masih kuncup lalu di minum. 


Berikut adalah kekejaman Ilmu santet yang dialami oleh wanita cantik karena guna2


Sebelum Kena Sante

Di kerjain Dukun Santet

Ajian level tinggi "ta antem ndasmu ancur rai mu"


terjadi perubahan yang Tragis, bikin miris siapa saja yang lihat pasti Nangis

Created By Sora Templates